Penyebab Katarak
- Proses penuaan.
- Faktor genetik (keturunan).
- Cedera pada mata.
- Penyakit tertentu seperti diabetes.
- Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang.
- Paparan sinar ultraviolet berlebih.
- Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
Faktor Risiko Katarak
- Usia > 50 tahun.
- Riwayat keluarga dengan katarak.
- Diabetes mellitus.
- Paparan sinar matahari tanpa pelindung.
- Kurang asupan nutrisi (vitamin C, E, beta-karoten).
Gejala Katarak
- Pandangan kabur atau berawan.
- Sensitif terhadap cahaya (silau).
- Kesulitan melihat pada malam hari.
- Warna terlihat pudar.
- Sering berganti ukuran kacamata.
- Terlihat bercak putih di lensa mata pada stadium lanjut.
Komplikasi Katarak
- Penurunan kualitas hidup karena gangguan penglihatan.
- Kebutaan permanen.
- Risiko jatuh dan cedera pada lansia.
Pencegahan Katarak
- Menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar UV.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama kaya antioksidan.
- Tidak merokok dan mengurangi alkohol.
- Mengontrol penyakit kronis seperti diabetes.
- Melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Penanganan Katarak
- Tahap awal: penggunaan kacamata atau pencahayaan lebih terang dapat membantu sementara.
- Tahap lanjut: satu-satunya cara mengatasi katarak adalah operasi untuk mengganti lensa mata yang keruh dengan lensa buatan (Intraocular Lens/IOL).
Kesimpulan
Katarak adalah penyebab kebutaan yang paling sering terjadi, terutama pada lansia. Meski tidak dapat dicegah sepenuhnya, risiko katarak dapat dikurangi dengan gaya hidup sehat dan perlindungan mata. Operasi katarak adalah prosedur yang aman, efektif, dan dapat mengembalikan penglihatan pasien secara signifikan.
Sumber :
- World Health Organization (WHO) – Blindness and vision impairment: cataract.
- American Academy of Ophthalmology (AAO) – Cataract disease information.
- Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) – Informasi penyakit katarak.
- Kemenkes RI – Edukasi katarak.
- Gambar : Alomedika