Cari Dokter

Kesuburan Pria dan Wanita
11 Dec 2021
714 views

Kesuburan Pria dan Wanita

Kesuburan Pria dan Wanita

Bagi sebagian pasangan suami dan istri,

kehamilan bisa terjadi dengan mudah. Sementara itu, sebagiannya lagi perlu

membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran demi berhasil hamil. Keberhasilan

kehamilan sangat berhubungan erat dengan tingkat kesuburan pria dan Wanita.

Menjaga kesuburan Wanita

  1.       Menghindari jenis makanan cepat

    saji, ikan tinggi merkuri, karbohidrat tinggi gula, makanan dan minuman

    kemasan, dan alcohol. 

  2.       Menjaga berat badan sehat. Menjaga

    berat badan yang sehat sangat penting karena fakta    yang ada, tubuh kurus atau

    gemuk punya tingkat ketidakseimbangan lemak yang akhirnya berpengaruh buruk

    pada produksi hormon seks.

  3.       Waktu yang tepat. Waktu yang

    tepat adalah selama hari-hari menjelang ovulasi dan pada hari ovulasi.

  4.       Posisi yang tepat. Bercinta

    sambil berdiri, duduk atau posisi wanita di atas diduga memiliki kemungkinan

    sperma dapat keluar dari tubuh. Cara yang baik adalah sperma harus masuk

    sedekat mungkin ke leher rahim. Jadi, posisi yang paling tepat adalah salah

    satu yang memungkinkan penetrasi lebih dalam seperti posisi misionaris (wanita

    di bawah, pria di atas).

  5.       Olahraga teratur. Olahraga

    ringan sampai sedang seperti berjalan, jogging, berenang, dan bersepeda

    dianggap sebagai olahraga yang baik untuk menyembuhkan ketidaksuburan.

Menjaga kesuburan pada Pria

  1. Jangan biarkan testis

    kepanasan. Suhu testis yang baik adalah 32-34 derajat Celsius (3-4 derajat

    lebih rendah dan suhu normal tubuh). Peningkatan suhu testis akan menghambat

    produksi sperma sehingga berpengaruh pada kesuburan. Kegiatan atau kondisi yang

    dapat meningkatkan suhu testis diantaranya:

    ·

    Memangku laptop

    · Mandi atau berendam dengan air

    hangat

    ·

    Terlalu lama duduk (posisi

    bekerja atau berkendara)

    ·

    Memakai celana dalam ketat

    · Demam tinggi

    · Kondisi varikokel (pelebaran

    pembuluh darah di daerah skrotum/kantong penis)

  2.      Jaga Asupan nutrisi. Makanan

    yang baik untuk sperma mengandung karbohidrat kompleks, serat, zinc, dan

    vitamin. Sumber makanannya diantara ikan, daging merah, hati dan kuning telur.    

  3.      Mengkonsumsi Suplemen penambah

    kualitas sperma. Apabila kita berkonsultasi ke dokter, besar kemungkinan dokter

    akan meresepkan suplemen yang mengandung hCG, FSH, asam folat, zinc, Co-enzyme

    Q10, L-asetil kartinin, dan suplemen lain yang berfungsi untuk memperbaiki

    sperma.

  4.      Rutin Berolahraga. 
  5.      Mengurangi kebiasaan merokok,

    stress berlebih, dan mengkonsumsi alkohol 

    dan kafein      

  6.      Cukup tidur.

Kapan sebaiknya melakukan konsultasi kesuburan?

  1.      Usia di bawah 38 thn
  2.      Apabila setelah 1 tahun menikah masih belum diberikan keturunan
  3.      Berencana melakukan program hamil
  4.      Terdapat masalah berat badan
  5.      Memiliki masalah Kesehatan organ reproduksi (mens tidak teratur,

    nyeri saat mens, dll)

  6.      Keguguran berulang

Basic Fertility Screening

Pemeriksaan dasar untuk menganalisis

kesuburan pada Wanita dan Pria untuk melihat dan mengantisipasi jika terdapat

masalah kesuburan sehingga dapat diobati dengan cara yang tepat sebelum memulai

program hamil.

 

Tes kesuburan untuk pria

  1.      Analisis sperma, Pemeriksaan  untuk menentukan kualitas dan kuantitas

    spermazoa dari seorang oria sehingga bisa menentukan Tindakan apa yang tepat

    untuk dilakukan kepada pasien. Karena sekitar 35% factor infertilitas pada

    pasangan disebabkan oleh factor sperma.

  2.      Ultrasonografi (USG), untuk

    memantau kondisi organ reproduksi pria dan mendeteksi apakah terdapat kelainan

    pada organ tersebut.

  3.      Pemeriksaan hormon, untuk

    menentukan tingkat hormon seks atau hormon yang berperan penting dalam

    menghasilkan sperma, misalnya testoteron.

  4.      Biopsi testis, untuk memeriksa

    bila ada masalah pada proses produksi sperma, misalnya tumor atau kanker pada

    testis.

  5.      Pemeriksaan genetik, untuk

    menentukan apakah terdapat kelainan genetik yang menyebabkan kemandulan.

Tes kesuburan untuk wanita

  1.      Tes ovulasi, untuk mengukur

    kadar hormon guna menentukan apakah wanita sedang berovulasi serta dapat

    menghasilkan sel telur secara teratur.

  2.      Pemeriksaan cadangan sel telur

    pada ovarium, untuk mengetahui kualitas dan jumlah sel telur yang tersedia

    untuk ovulasi.

  3.      Tes pencitraan, seperti USG  tranvaginal. 

    Salah satu metode pemeriksaan medis ini diperlukan untuk melihat apakah

    ada kelainan yang dapat mengganggu proses kehamilan seperti kelainan anatomi

    bawaan lahir, keberadaan mioma  atau

    polip. Dalam pemeriksaan ini juga dapat melihat kondisi Rahim dan indung telur,

    melihat ukuran organ ovarium dan melihat jumlah sel telur yang dimiliki.

  4.      Histeroskopi, untuk mendeteksi

    kelainan pada rahim dan leher rahim atau serviks.

  5.      Tes hormon, untuk menentukan

    apakah terdapat kelainan hormon yang bisa menyebabkan masalah kesuburan pada

    wanita.

 

Referensi

  •     National Health Service UK

    (2020). Health A to Z. Infertility.

  •     Mayo Clinic (2019). Disease

    & Conditions. Infertility.

  •     MedicineNet (2020).

    Infertility.

  •     Gurevich, R. Verywell Family

    (2020). Fertility Tests for Men and Women..

  •     WebMD (2019). Fertility Tests

    for Women.


Tags:
Healthcare Medical
Logo

Jl. Warung Sila No. 8, RT.06/RW.04, Gudang Baru Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630