Kesuburan Pria dan Wanita
Bagi sebagian pasangan suami dan istri,
kehamilan bisa terjadi dengan mudah. Sementara itu, sebagiannya lagi perlu
membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran demi berhasil hamil. Keberhasilan
kehamilan sangat berhubungan erat dengan tingkat kesuburan pria dan Wanita.
Menjaga kesuburan Wanita
- Menghindari jenis makanan cepat
saji, ikan tinggi merkuri, karbohidrat tinggi gula, makanan dan minuman
kemasan, dan alcohol.
- Menjaga berat badan sehat. Menjaga
berat badan yang sehat sangat penting karena fakta yang ada, tubuh kurus atau
gemuk punya tingkat ketidakseimbangan lemak yang akhirnya berpengaruh buruk
pada produksi hormon seks.
- Waktu yang tepat. Waktu yang
tepat adalah selama hari-hari menjelang ovulasi dan pada hari ovulasi.
- Posisi yang tepat. Bercinta
sambil berdiri, duduk atau posisi wanita di atas diduga memiliki kemungkinan
sperma dapat keluar dari tubuh. Cara yang baik adalah sperma harus masuk
sedekat mungkin ke leher rahim. Jadi, posisi yang paling tepat adalah salah
satu yang memungkinkan penetrasi lebih dalam seperti posisi misionaris (wanita
di bawah, pria di atas).
- Olahraga teratur. Olahraga
ringan sampai sedang seperti berjalan, jogging, berenang, dan bersepeda
dianggap sebagai olahraga yang baik untuk menyembuhkan ketidaksuburan.
Menjaga kesuburan pada Pria
- Jangan biarkan testis
kepanasan. Suhu testis yang baik adalah 32-34 derajat Celsius (3-4 derajat
lebih rendah dan suhu normal tubuh). Peningkatan suhu testis akan menghambat
produksi sperma sehingga berpengaruh pada kesuburan. Kegiatan atau kondisi yang
dapat meningkatkan suhu testis diantaranya:
·
Memangku laptop
· Mandi atau berendam dengan air
hangat
·
Terlalu lama duduk (posisi
bekerja atau berkendara)
·
Memakai celana dalam ketat
· Demam tinggi
· Kondisi varikokel (pelebaran
pembuluh darah di daerah skrotum/kantong penis)
- Jaga Asupan nutrisi. Makanan
yang baik untuk sperma mengandung karbohidrat kompleks, serat, zinc, dan
vitamin. Sumber makanannya diantara ikan, daging merah, hati dan kuning telur.
- Mengkonsumsi Suplemen penambah
kualitas sperma. Apabila kita berkonsultasi ke dokter, besar kemungkinan dokter
akan meresepkan suplemen yang mengandung hCG, FSH, asam folat, zinc, Co-enzyme
Q10, L-asetil kartinin, dan suplemen lain yang berfungsi untuk memperbaiki
sperma.
- Rutin Berolahraga.
- Mengurangi kebiasaan merokok,
stress berlebih, dan mengkonsumsi alkohol
dan kafein
- Cukup tidur.
Kapan sebaiknya melakukan konsultasi kesuburan?
- Usia di bawah 38 thn
- Apabila setelah 1 tahun menikah masih belum diberikan keturunan
- Berencana melakukan program hamil
- Terdapat masalah berat badan
- Memiliki masalah Kesehatan organ reproduksi (mens tidak teratur,
nyeri saat mens, dll)
- Keguguran berulang
Basic Fertility Screening
Pemeriksaan dasar untuk menganalisis
kesuburan pada Wanita dan Pria untuk melihat dan mengantisipasi jika terdapat
masalah kesuburan sehingga dapat diobati dengan cara yang tepat sebelum memulai
program hamil.
Tes kesuburan untuk pria
- Analisis sperma, Pemeriksaan untuk menentukan kualitas dan kuantitas
spermazoa dari seorang oria sehingga bisa menentukan Tindakan apa yang tepat
untuk dilakukan kepada pasien. Karena sekitar 35% factor infertilitas pada
pasangan disebabkan oleh factor sperma.
- Ultrasonografi (USG), untuk
memantau kondisi organ reproduksi pria dan mendeteksi apakah terdapat kelainan
pada organ tersebut.
- Pemeriksaan hormon, untuk
menentukan tingkat hormon seks atau hormon yang berperan penting dalam
menghasilkan sperma, misalnya testoteron.
- Biopsi testis, untuk memeriksa
bila ada masalah pada proses produksi sperma, misalnya tumor atau kanker pada
testis.
- Pemeriksaan genetik, untuk
menentukan apakah terdapat kelainan genetik yang menyebabkan kemandulan.
Tes kesuburan untuk wanita
- Tes ovulasi, untuk mengukur
kadar hormon guna menentukan apakah wanita sedang berovulasi serta dapat
menghasilkan sel telur secara teratur.
- Pemeriksaan cadangan sel telur
pada ovarium, untuk mengetahui kualitas dan jumlah sel telur yang tersedia
untuk ovulasi.
- Tes pencitraan, seperti USG tranvaginal.
Salah satu metode pemeriksaan medis ini diperlukan untuk melihat apakah
ada kelainan yang dapat mengganggu proses kehamilan seperti kelainan anatomi
bawaan lahir, keberadaan mioma atau
polip. Dalam pemeriksaan ini juga dapat melihat kondisi Rahim dan indung telur,
melihat ukuran organ ovarium dan melihat jumlah sel telur yang dimiliki.
- Histeroskopi, untuk mendeteksi
kelainan pada rahim dan leher rahim atau serviks.
- Tes hormon, untuk menentukan
apakah terdapat kelainan hormon yang bisa menyebabkan masalah kesuburan pada
wanita.
Referensi
- National Health Service UK
(2020). Health A to Z. Infertility.
- Mayo Clinic (2019). Disease
& Conditions. Infertility.
- MedicineNet (2020).
Infertility.
- Gurevich, R. Verywell Family
(2020). Fertility Tests for Men and Women..
- WebMD (2019). Fertility Tests
for Women.