Cari Dokter

Tanda – tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir
05 Oct 2022
1562 views

Tanda – tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

     Gejala sakit pada bayi

baru lahir sulit diketahui. Dengan mengetahui tanda bahaya, bayi akan cepat

mendapat pertolongan sehingga dapat mencegah kematian.

Berikut

tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir :


1. Tidak mau menyusu atau

memuntahkan semuanya

2. Kejang (mata mendelik,

tangan bergerak seperti menari, menangis melengkung, tiba-tiba badan kaku, mulut

mencucu)

mso-fareast-language:IN;mso-no-proof:yes">

3. Sesak nafas

4. Bayi menangis atau merintih

terus

5. Tali pusat kemerahan

sampai dinding perut berbau atau bernanah

6. Demam ( panas seluruh

tubuh >37,5 atau dingin seluruh tubuh <36,5 )

7. Tinja bayi saat buang air

besar berwarna pucat

8. Diare

9. Muntah – muntah

10. Kulit dan mata bayi

kuning

11. Lemah

12. Dingin

mso-fareast-language:IN;mso-no-proof:yes">

 

 Apa sih yang harus

dilakukan jika ada tanda-tanda tersebut?

 

1.  Jika bayi tidak mau menyusui. Bisa terjadi banyak faktor yaitu :

·        

ibu memiliki puting datar

Untuk

mengatasinya, bisa dicoba menggunakan pompa ASI. Pompa Asi akan membantu

mengangkat puting sebelum menyusui. Dengan begitu, diharapkan bayi akan lebih

mudah dan mau untuk menyusu.

·        

mso-fareast-language:IN">Posisi menyusui yang salah dapat membuat bayi merasa

tidak nyaman, Untuk mengatasi hal ini, dianjurkan untuk selalu melakukan posisi

menyusui yang benar seperti memastikan kepala bayi lebih tinggi dari tubuhnya

agar memudahkannya untuk menelan ASI.

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN"> 

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN"> 2. Langkah

Jika terjadi bayi kejang, sebagai

berikut :

Saat melihat Si Kecil mengalami

kejang demam, Bunda dianjurkan untuk tidak panik, diharapkan tetap tenang, agar

mampu memberikannya pertolongan pertama dengan baik :

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">

Letakkan

anak di tempat yang datar.

Tempat

tersebut sebaiknya luas dan bebas, sehingga anak tidak akan terbentur atau

tertimpa benda tertentu saat kejang.

Posisikan

anak tidur menyamping, untuk mencegahnya tersedak saat kejang.

Longgarkan

pakaiannya, terutama pada bagian leher.

Jangan

memaksa untuk menahan gerakan tubuh anak. Cukup jaga agar posisi tubuhnya

tetap aman.

Jangan

memasukkan benda apa pun ke mulutnya, termasuk minuman atau obat-obatan.

Ucapkanlah

kata-kata yang menenangkan agar anak merasa lebih nyaman.

Catat

berapa lama anak mengalami kejang.

Amati

kondisinya saat kejang, terutama bila dia kesulitan bernapas atau wajahnya

menjadi pucat dan kebiruan. Ini menandakan bahwa ia kekurangan oksigen dan

membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Jika

memungkinkan, rekam kejadian saat anak sedang kejang, sehingga dokter bisa

mengetahui dengan pasti seperti apa kejang yang dialami anak.

mso-fareast-language:IN">Perlu diperhatikan lagi jika bayi mengalami kejang

sebagai berikut:

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Kejang

selama lebih dari 5 menit.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Kejang

hanya pada beberapa bagian tubuh, bukan seluruhnya.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Kesulitan

bernapas dan wajah atau bibirnya menjadi kebiruan.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Kejang

berulang dalam waktu 24 jam.

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Sebagian besar kejang demam pada

anak tidaklah berbahaya dan bukan merupakan tanda adanya epilepsi atau kerusakan otak. Kejang demam juga tidak

menyebabkan anak mengalami penurunan kemampuan belajar atau gangguan mental.

* Sesak Nafas

             Umumnya napas berbunyi pada bayi

terjadi akibat adanya penumpukan lendir di saluran pernapasan. Kondisi ini

memang umum terjadi, terutama pada bayi baru lahir, karena saluran pernapasannya belum

berkembang sempurna. Namun seiring bertambahnya usia pada bayi, keluhan

tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

Penanganan Awal Napas Berbunyi dan Sesak Napas pada si bayi, seperti

berikut :

1.     

Bimbing

Si Kecil untuk bernapas dengan mulutnya

2.      Posisikan Si Kecil duduk dengan sedikit

membungkuk

3.      Longgarkan pakaian

4.      Oleskan balsam dengan bahan dasar eucalyptus dan ekstrak chamomile.

Napas berbunyi dan sesak napas pada

bayi tidak boleh dianggap sepele. Ibu perlu mengetahui penyebab dan gejalanya

untuk mengenali kondisi yang berbahaya. Bila bayi mengalami sesak napas,

lakukan langkah penanganan awal di atas dan segera periksakan

ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

* Bayi menangis merintih

Bayi terlihat tenang saat

sedang tidur, tetapi karena suatu sebab, bayi bisa menangis dengan nyaringnya.

Bagi para ibu jangan khawatir, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk

mengatasi bayi menangis. Menenangkan atau mengatasi bayi menangis adalah salah

satu cara untuk mendekatkan diri dengan bayimu. Dengan begitu, kamu akan

berusaha mencari tahu lingkungan seperti apa yang membuatnya lebih nyaman dan

tenang.


Cara bayi berkomunikasi atau menyampaikan sesuatu adalah dengan menangis entah

itu merasa tidak nyaman atau merasa lapar dan haus. Berikut cara ampuh

mengatasi bayi menangis:


"Times New Roman"">1.  Bedong bayi dengan kain

khusus.


"Times New Roman"">2.  mengubah posisi tidur bayi

seperti waktu di dalam rahim yaitu posisi telungkup atau meringkuk


"Times New Roman"">3.  Membisikkan suara “sshhh”

dapat menenangkan bayi terutama bayi baru lahir karena mirip dengan desingan

yang melingkupi dirinya selama di dalam rahim.


"Times New Roman"">4.   buat gerakan mengayun untuk

menenangkan bayi menangis


"Times New Roman"">5.  Mengisa

mso-ansi-language:EN-US">p  dot atau jari adalah relaksasi yang baik untuk

bayi.


6.Sentuhan

Lembut di pipi, punggung, kaki, atau perut bayi. Atau bisa juga dengan memberikan

pijatan lembut pada bayi.


"Times New Roman"">7.  Nyanyikan lagu bertempo lambat

dengan suara tenang dan pelan.


"Times New Roman"">8.  Mandi



"Times New Roman"">9.  Tetap

Tenang Jangan Panik


* Tali pusat kemerahan ,

bernanah dan berbau

Tali pusat akan puput atau lepas umumnya dalam satu

minggu kedepan, namun pada beberapa kasus dapat lebih lambat hingga 10-14 hari

setelah bayi lahir. Tali pusat akan mengering dengan sendirinya dan terlepas

dari tubuh bayi. Usahakan tali pusat tetap kering, jaga agar tidak basah dan

lembab karena kondisi lembab memicu pertumbuhan kuman yang menyebabkan infeksi

(umumnya timbul pada kebersihan yang tidak terjaga baik).

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Infeksi tali pusar harus segera diobati sebab bagian ini memiliki akses

langsung dengan aliran darah. Infeksi ringan pun jika mendera tali pusar bisa berubah menjadi

sesuatu yang serius. Jika infeksi memasuki aliran darah dan menyebar, maka

sepsis bisa terjadi dan hal itu mengancam jiwa bayi.

IN"> 

Cara perawatan tali pusat yang dapat dilakukan di

rumah smenetara ini:

IN">

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Dibersihkan

dengan kasa kering steril yang dibasahi oleh alkohol atau air matang yang

bersih, dimulai dari bagian pangkal tali pust sampai ke bagian ujung.

Kemudian setelah itu dikeringkan lalu tali pusat di balut dengan

menggunakan kain kasa kering.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Jangan

membersihkan tali pusat dengan salep, obat merah atau jenis obat apapun

tanpa anjuran dari dokter.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Usahakan

popok atau celana bayi tidak mengenai daerah tali pusat agar tidak terjadi

iritasi.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Jangan

menutup tali pusat dengan gurita bayi atau plester yang hanya dapat

menimbulkan  iritasi.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Saat

memandikan bayi dirumah, usahakan tali pusat tidak basah.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Minyak,

bedak, atau jamu-jamuan tidak perlu diberikan pada tali pusat karena akan

membuat basah dan lembab.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">
* Demam pada bayi

Suhu tubuh bayi

yang normal berkisar antara 36°C hingga 37,8°C. Sedangkan dikatakan demam jika

suhunya mencapai 38 °C atau lebih tinggi. Ketika ibu merasakan tubuh

atau dahi si Kecil terasa hangat, perlu dipastikan dengan termometer, ya,

karena mengukur suhu hanya dengan punggung tangan akan sangat subyektif. Di

bagian tubuh mana sebaiknya mengukur suhu tubuh si Kecil? Ibu bisa menggunakan

termometer di ketiak, rektum (dubur), mulut, atau belakang telinga si Kecil.

Namun, karena alasan kenyamanan dan kepraktisan, ibu cukup mengukur suhu

tubuh bayi di area lainnya, misalnya mulut atau ketiak, mana yang paling mudah

dilakukan.



Cara mengatasi demam pada bayi

       Berikut ini adalah cara mengatasi

demam pada bayi yang bisa ibu lakukan di rumah. 

color:windowtext">1.     

Kenakan Pakaian yang Nyaman, Tidak Terlalu Tebal

color:windowtext">2.     

Mandikan dan Kompres dengan Air Hangat

color:windowtext">3.     

Penuhi Kebutuhan Cairan

color:windowtext">4.     

Berikan Obat Penurun Panas yang Sesuai


Jika demam si

Kecil tidak kunjung turun, Ibu perlu memberikannya obat penurun panas. Meskipun

sebenarnya tujuan pemberian obat penurun panas adalah untuk membuat anak merasa

nyaman dan mengurangi kecemasan  orang tua, bukan menurunkan suhu tubuh.

 

* Tinja bayi tidak normal (Berwarna pucat)

Pada

anak bayi, karena asupannya masih bertekstur cair atau lumat, konsistensi

fesesnya mungkin bisa berbeda. Namun, warna feses harusnya tetap normal. Feses

putih pada bayi dan balita yang tidak kunjung mereda juga bisa menjadi pertanda

kondisi serius. Berikut penyebab umum feses anak berwarna putih:

Terkadang

obat bisa menyebabkan feses anak warna putih. Beberapa antibiotik untuk

infeksi telinga bisa menyebabkan warna feses putih. Antacid yang digunakan

untuk mengobati

refluks pada bayi juga bisa menyebabkan feses anak berwarna

putih. 

Feses

anak berwarna putih disertai bercak merah bisa menjadi pertanda

konstipasi.

Kekurangan

zat besi juga bisa menyebabkan feses berwarna putih.

Pada

kasus yang lebih ekstrem, feses putih bisa disebabkan oleh penyumbatan

hati. Jika tidak diobati, bisa menyebabkan sirosis. 

Jika si Kecil memiliki feses

berwarna putih dan disertai gejala-gejala di atas, sebaiknya Mums segera

memeriksakannya ke dokter.



* DIARE 

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Cara mengatasi diare pada bayi dan

anak, ada beberapa cara mengatasi diare pada bayi dan anak yang bisa dilakukan

orangtua, antara lain:

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">1.     

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Jika anak masih menyusu, berikan air

susu ibu (ASI) sesering mungkin

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">2.     

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Segera berikan setengah sampai

segelas cairan larutan oralit setiap anak buah air besar. Jika tidak ada

oralit, berikan air matang, kuah sayur bening, atau air tajin

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">3.     

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Berikan zinc setiap hari selama 10

hari berturut-turut. Dosis untuk anak di bawah enam bulan yakni 1/2 tablet

sebanyak 1 kali sehari. Dosis untuk anak 6 bulan sampai 5 tahun yakni 1 tablet

sebanyak 1 kali sehari

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">4.     

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Tetap berikan makanan pendamping ASI

(MPASI) atau makanan anak seperti biasa

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">5.     

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Jangan berikan obat diare pada bayi

atau anak, kecuali atas rekomendasi dokter spesialis anak atau petugas

kesehatan puskesmas yang menangani

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Setelah diberikan pertolongan

pertama diare pada bayi dan anak di atas, biasanya diare tidak berlangsung lama

dan bisa sembuh sendiri. Namun, terkadang masalah kesehatan ini bisa berbahaya

apabila si kecil sampai dehidrasi.

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">* Muntah

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Mengapa Bayi Muntah?

mso-fareast-language:IN">Walaupun tidak diinginkan untuk terjadi, kondisi bayi

muntah memang merupakan suatu hal yang tidak dapat terhindarkan. Adapun bayi

akan muntah jika disebabkan oleh berbagai hal berikut ini:

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Gumoh

atau muntah setelah minum susu pada awal-awal kehidupan

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Refluks

lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Intoleransi

susu atau produk turunan susu

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Gasteroenteritis

(infeksi atau pada saluran pencernaan, yang dapat disebabkan oleh virus

atau bakteri)

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Keracunan

makanan 

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN">Bagimana Cara Mengatasi Bayi Muntah

?

1.

Memberi Sedikit Cairan

color:windowtext">2. Menambah Jumlah Cairan

color:windowtext">3. Tidak Memberi Produk Susu atau Makanan Padat

color:windowtext">4. Minum Obat Jika Diperlukan

color:windowtext">5. Kenali Tanda Dehidrasi

color:windowtext">6. Bawa Berobat Jika Muntah Tak Kunjung Reda

"Times New Roman";mso-fareast-language:IN"> 

* Bayi Kuning

Bayi kuning atau penyakit

kuning merupakan kondisi yang umum dialami bayi baru lahir. Meski umumnya tidak

berbahaya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila bayi menunjukkan

tanda-tanda penyakit kuning. Dengan begitu, dapat segera dilakukan penanganan

yang tepat.

Penyebab Bayi Kuning

Bayi kuning terjadi karena adanya

penumpukan bilirubin pada darah bayi. Bilirubin sendiri merupakan zat

kuning yang dihasilkan dari proses penghancuran sel darah merah secara alami.

Kondisi ini sering menyerang bayi baru lahir, karena fungsi hatinya belum

berfungsi secara maksimal.

Sebenarnya, bayi telah memiliki

bilirubin sejak ia berada dalam kandungan yang dihasilkan oleh plasenta. Setelah lahir, bilirubin dari aliran darah bayi

akan melalui proses penyaringan oleh hati dan dilepaskan ke saluran usus.

Namun, karena organ hati bayi belum

berkembang dengan sempurna, sedangkan bilirubin yang dihasilkan lebih banyak,

proses pembuangan bilirubin pun menjadi terhambat.

Cara

Mengatasi Bayi Kuning

color:windowtext">

Penyakit kuning pada bayi baru lahir biasanya tidak memerlukan

perawatan khusus karena dapat hilang dalam 10–14 hari. Namun, jika hasil

pemeriksaan menunjukkan adanya kadar bilirubin tinggi dalam darah bayi,

diperlukan penanganan khusus dari dokter.

Berikut ini adalah penanganan utama terhadap bayi yang

memiliki kadar bilirubin tinggi:

Fototerapi, untuk mengubah bilirubin menjadi bentuk

yang mudah diurai oleh hati dengan menggunakan cahaya khusus

Exchange transfusion

(transfusi tukar), yaitu proses pengeluaran darah bayi menggunakan kateter

yang ditempatkan di pembuluh darah dan diganti dengan darah dari donor

yang cocok

Anda bisa mencegah kenaikan bilirubin yang dapat menyebabkan

bayi kuning dengan memberinya asupan makanan yang cukup. Bayi yang mengonsumsi

ASI harus menyusu 8–12 kali dalam sehari selama beberapa hari pertama

kehidupannya.

Pada bayi yang mengonsumsi susu formula, Anda harus memberikan

30–60 ml susu setiap 2–3 jam selama minggu pertama setelah dilahirkan untuk mencegah

kenaikan kadar bilirubin dalam darah bayi.

Asupan makanan yang cukup juga mampu mengatasi kelebihan

bilirubin dalam darah bayi, yang nantinya akan dikeluarkan melalui tinja.

Jika Si Kecil mengalami bayi kuning, Anda harus memeriksakan

kondisinya secara berkala, terutama di bagian putih bola mata dan kulit.

Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan sebanyak 2 kali sehari untuk melihat apakah

kondisinya sudah kembali normal atau justru bertambah parah.

Apabila kondisi bayi kuning tidak membaik setelah 14 hari,

segera konsultasikan ke dokter

untuk mendapatkan penanganan. Perawatan yang cepat dan tepat akan menurunkan

risiko bayi yang sakit kuning mengalami kerusakan otak permanen.

 

 

Referensi

 

BUKU

KIA. KEMENKES RI, 2020

https://www.alodokter.com/bayi-menolak-untuk-menyusu-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya

https://www.alodokter.com/pertolongan-pertama-saat-melihat-si-kecil-kejang-demam

https://rsuppersahabatan.co.id/artikel/read/tanda--bahaya-umum-pada-bayi-baru-lahir-

https://www.alodokter.com/tips-meringankan-napas-berbunyi-dan-sesak-napas-pada-anak

https://hellosehat.com/pernapasan/asma/cara-mengobati-sesak-nafas-pada-anak/

https://bebeclub.co.id/artikel/detail/ibu-perlu-tahu/cara-mengatasi-demam-pada-bayi

https://www.guesehat.com/penyebab-feses-anak-berwarna-putih        

https://health.kompas.com/read/2021/08/07/090200068/5-cara-mengatasi-diare-pada-bayi-dan-anak

https://aido.id/health-articles/bunda-jangan-panik-lakukan-cara-mengatasi-bayi-muntah-berikut-ini/detail

https://www.alodokter.com/bayi-kuning-apakah-kondisi-ini-berbahaya-bagi-si-kecil

https://www.nutriclub.co.id/article-bayi/kesehatan/informasi/mengatasi-kuning-pada-si-kecil

                                

Tags:
Healthcare Medical
Logo

Jl. Warung Sila No. 8, RT.06/RW.04, Gudang Baru Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630